Cara Pengambilan Sampel Kubus Beton yang Tepat dan Akurat

Cara Pengambilan Sampel Kubus Beton

<a href="https://www.civilengineeringdwg.com/"><img src="S4031021 Cara Pengambilan Sampel Kubus Beton.JPG" alt="S4031021 Cara Pengambilan Sampel Kubus Beton"></a>

Cara pengambilan sampel kubus beton merupakan tahapan krusial dalam memastikan kualitas dan kekuatan struktur beton yang digunakan dalam konstruksi. Proses ini tidak boleh dianggap remeh, mengingat setiap detail dari metode dan standar teknis yang harus diikuti sangat menentukan akurasi dan representativitas hasil yang diperoleh. Langkah-langkah mulai dari pemilihan lokasi pengambilan sampel, pembuatan cetakan kubus beton, hingga perawatan sampel sangat mempengaruhi validitas hasil uji laboratorium. Salah satu isu yang sering muncul dalam metode pengambilan sampel adalah perdebatan tentang ukuran sampel yang ideal, kondisi penyimpanan, serta teknik pengujian yang paling efektif. Meskipun berbagai panduan telah ditetapkan oleh lembaga standar internasional seperti SNI (Standar Nasional Indonesia) dan ASTM (American Society for Testing and Materials), penerapan di lapangan kerap menghadapi tantangan teknis dan variasi praktik. Oleh karena itu, edukasi dan pelatihan yang berkesinambungan sangat diperlukan bagi para praktisi. Hal ini untuk menjamin bahwa prosedur yang dilakukan tidak hanya memenuhi standar, tetapi juga memberikan jaminan mutu yang tinggi untuk setiap proyek konstruksi. Dengan demikian, kualitas dan kekuatan struktur beton dapat dipastikan, memberikan keamanan dan keandalan yang dibutuhkan dalam setiap konstruksi.

Intisari

  • Pengambilan sampel kubus beton merupakan proses yang sangat penting dalam pengujian. Ini untuk memastikan kualitas bangunan.
  • Ada prosedur khusus yang harus ditaati. Hal ini demi keakuratan dan kelayakan hasil uji.
  • Menggunakan bahan yang tepat dan proses pembuatan yang benar esensial bagi hasil uji yang akurat.
  • Menyiapkan alat dan bahan sesuai standar uji juga sangat penting.
  • Dengan mematuhi petunjuk pengambilan sampel, hasil uji akan merepresentasikan kualitas beton yang asli.

Pengenalan Pengujian Kuat Tekan Beton

Pengujian kuat tekan beton membantu kita mengukur daya tahan beton terhadap tekanan. Cara kerjanya adalah dengan menekan sampel beton hingga rusak. Dari sini, kita bisa tahu kuat tekan beton yang berkualitas. Hal ini penting untuk menilai kualitas beton dan memastikan ia sesuai dengan standar yang berlaku.

Definisi Pengujian Kuat Tekan Beton

Pengujian kuat tekan beton adalah metode untuk menilai kemampuan beton menahan beban tekan. Sampel beton ditekan hingga hancur untuk mendapatkan angka kekuatannya. Hasil pengukuran ini nanti jadi acuan kekuatan beton.

Manfaat dan Tujuan Pengujian Kuat Tekan Beton

Yang paling penting dari pengujian kuat tekan beton adalah memastikan bangunan aman dan tahan lama. Pengujian memungkinkan evaluasi kualitas beton. Tidak hanya itu, hasilnya juga penting untuk memeriksa apakah beton tersebut cukup kuat sesuai kebutuhan konstruksi.

Jenis-Jenis Pengujian Kuat Tekan Beton

Dua jenis pengujian kuat tekan beton sering dilakukan, uji kuat tekan beton silinder dan uji kuat tekan beton kubus. Uji kuat tekan beton silinder gunakan sampel berbentuk silinder, dengan ukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Untuk uji kuat tekan beton kubus, sampelnya berupa kubus dengan sisi 15 cm. Meskipun keduanya berbeda, uji pada sampel kubus dianggap lebih tepat.

Uji Kuat Tekan Beton Silinder

Uji kuat tekan beton silinder melibatkan alat uji mesin tekan, kapasitasnya 2000 kN hingga 3000 kN. Penambahan beban uji harus dilakukan secara bertahap, dengan konstan dari 0,2 hingga 0,4 N/mm^2 per detik, sampai sampel hancur. Jika beton kering saat diambil, sampel uji juga harus kering. Namun, jika beton basah, sampel perlu direndam minimal 40 jam sebelum diuji.

Uji Kuat Tekan Beton Kubus

Proses uji kuat tekan beton kubus sama-sama menggunakan mesin tekan beton. Kuat tekan bisa dihitung dengan ketelitian 0.95 MPa atau 0.5 MPa, berdasarkan rumus yang ada. Co adalah faktor pengali yang terkait dengan letak pengambilan sampel beton, dengan nilai 1 untuk horizontal dan 0.92 untuk vertikal. Saat mengambil sampel, penting bahwa kuat tekan rata-rata dari 3 silinder beton tidak boleh kurang dari 0,85 fc', sedangkan tiap silinder harus punya kuat tekan minimal 0,75 fc'.

Perbedaan Uji Kuat Tekan Beton Silinder dan Kubus

Ada perbedaan antara uji kuat tekan beton silinder dan kubus. Bentuk silinder lebih gampang dikerjakan dan bahan peralatan lebih mudah didapat. Tapi, hasilnya bisa kurang tepat dibanding uji beton kubus. Peralatan untuk uji kuat tekan kubus lebih sulit dan butuh waktu lebih lama, tetapi hasilnya lebih akurat. Pemilihan metode tergantung pada kebutuhan proyek.

Benda uji kubus harus berukuran 15x15x15 cm, dan silinder 15 cmx30c. Proses pembuatan benda uji meliputi pemadatan. Ini bisa dilakukan dengan cara penusukan atau penggetaran tergantung dari nilai slump. Penggunaan benda uji kubus sudah diterima sejak 1955, sehingga metode ini diakui secara internasional.

Alat uji menggunakan mesin tekan, dengan kapasitas mulai dari 2000 kN sampai 3000 kN. Beban uji akan diberikan secara bertahap. Ditambahkan beban konstan antara 0,2 N/mm^2 sampai 0,4 N/mm^2 per detik sampai benda uji pecah. Kuat tekan beton bisa dihitung dengan ketelitian 0.95 MPa menggunakan rumus baku sesuai standar SNI 03-3403-1994.

Secara keseluruhan, pilih antara beton silinder atau kubus bergantung pada kebutuhan, ketersediaan peralatan, dan akurasi yang diperlukan. Setiap teknik punya kelebihan dan kekurangan. Pilih dengan cermat sesuai dengan situasi proyek.

Cara Pengambilan Sampel Kubus Beton

Untuk mendapatkan hasil uji yang akurat, pengambilan sampel kubus beton wajib mengikuti aturan dan prosedur. Adukan harus dibentuk menjadi kubus dengan ukuran 15cmx15cmx15cm. Ini merupakan ketentuan dari standar SNI 03-1974-1990. Setiap kubus harus diisi dengan adukan secara bertahap dan pemadatan dilakukan setelah 32 kali tusukan.

Ketentuan Membuat Benda Uji Kubus Beton

Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan saat akan membuat benda uji kubus beton. Ini termasuk jumlah sampel, ukuran cetakan, hingga cara mengisi betonnya. Biasanya, dimensi benda uji silinder adalah 15cmx30cm. Namun, ada kasus di mana ukurannya berbeda.

Variasi hasil uji kuat tekan beton terjadi setelah 7, 14, dan 28 hari. Minimal dibutuhkan 2 benda uji untuk mendapatkan rata-rata hasilnya.

Proses Membuat Benda Uji Kubus Beton

Saat membuat benda uji kubus beton, langkah awal adalah menyiapkan bahan baku. Kemudian, beton dimasukan ke dalam cetakan dan dipadatkan menggunakan teknik tertentu. Pemadatan untuk kubus dan silinder bisa berbeda, tapi keduanya mengacu pada slump beton. Pada proses ini, penuangan dilakukan berlapis-lapis, dengan ketebalan setiap lapis maksimal 6 mm.

Pemadatan lalu dilakukan menggunakan cara yang sesuai dengan nilai slump beton. Semua langkah harus diikuti dengan teliti sesuai standar, untuk menjamin kualitas beton uji.

<a href="https://www.civilengineeringdwg.com/"><img src="S4031045 Cara Pengambilan Sampel Kubus Beton.JPG" alt="S4031045 Cara Pengambilan Sampel Kubus Beton"></a>
<a href="https://www.civilengineeringdwg.com/"><img src="SAM_3454 Cara Pengambilan Sampel Kubus Beton.JPG" alt="SAM_3454 Cara Pengambilan Sampel Kubus Beton"></a>
<a href="https://www.civilengineeringdwg.com/"><img src="SAM_3455 Cara Pengambilan Sampel Kubus Beton.JPG" alt="SAM_3455 Cara Pengambilan Sampel Kubus Beton"></a>

Panduan Tahapan Cara Mencetak Kubus Beton Berkualitas

  1. Minyaki bagian dalam cetakan dan bersihkan (lap) minyak-minyak yang berlebihan. Kencangkan jika baut-baut ada yang longgar.
  2. Isilah kubus dengan adukan segar sepertiga bagian dan tumbuk menggunakan besi Ø 25 cm atau alat lain semacamnya sampai padat dan pastikan tidak ada pori-pori atau gelembung udara.
  3. Kemudian isi lagi sepertiga bagian cetakan kubus dan tumbuk sampai padat.
  4. Isi lagi penuh cetakan dan lakukan seperti langkah di atas.
  5. Pastikan kubus terisi dengan baik serta permukaan beton terlihat basah dan tidak terlihat gelembung-gelembung udara yang muncul ke permukaan.
  6. Ratakan permukaan kubus dengan batang yang lurus atau sendok tembok, seperti gerakan menggergaji.
  7. Tunggu kira-kira 1 jam dan tutuplah kubus tersebut dengan kain basah (karung goni basah).
  8. Ingatlah untuk memberi tanda pada kubus, mencantumkan jenis pengecoran, tanggal pengecoran, nama lokasi, atau keterangan lain yang dianggap penting.
  9. Simpanlah kubus-kubus beton tersebut dalam kondisi 100% lembab atau tutuplah dengan kain basah selama minimal 24 jam.
  10. Setelah ± 24 jam, bukalah kubus-kubus tersebut dari cetakannya dan rendam dalam air atau tumpukkan pasir basah sampai tiba saatnya pengujian kekuatan tekan beton (28 hari).
  11. Setelah cetakan dibuka, pastikan baut-baut dan mur-mur terpasang seperti semula.
  12. Ingat, selama adonan beton yang baru dimasukkan ke dalam cetakan kubus, jangan langsung diangkut ke mobil karena getaran dapat mengganggu pengikatan beton yang akan mengurangi kekuatan tekan beton.

PERHATIAN !!!
PERAWATAN KUBUS BETON HARUS SESUAI ATURAN. HASIL TEST KUAT TEKAN RENDAH MENUNJUKKAN MUTU PELAKSANAAN DAN MUTU BETON YANG RENDAH. IKUTI LANGKAH KERJA DENGAN BAIK!!

PERBANDINGAN KEKUATAN TEKAN BETON PADA BERBAGAI BENDA UJI STANDARD PBI71

BENDA UJIPERBANDINGAN KEKUATAN TEKAN
KUBUS 15 x 15 x 15 CM1,00
KUBUS 20 x 20 x 20 CM0,95
SILINDER Ø15 x 30 CM0,83

  • CATATAN: GUNAKAN CETAKAN STANDARD UKURAN SEPERTI DIATAS. TIDAK DIREKOMENDASIKAN CETAKAN TERBUAT DARI KAYU.

TRIAL MIX (UJI CAMPURAN) KOMPOSISI SESUAI MIX DESIGN BETON RENCANA

<a href="https://www.civilengineeringdwg.com/"><img src="Data Pemeriksaan Mutu Beton Trial Mix (Uji Campuran).jpg" alt="Data Pemeriksaan Mutu Beton Trial Mix (Uji Campuran)"></a>
<a href="https://www.civilengineeringdwg.com/"><img src="Scan Standar Panduan Cara Mencetak Kubus Beton.jpg" alt="Scan Standar Panduan Cara Mencetak Kubus Beton"></a>

Cetakan Kubus Uji Beton

Cetakan kubus uji beton sangat penting karena digunakan dalam pengujian kuat tekan. Benda uji ini harus 15cmx15cmx15cm. Untuk menguji kualitas beton, kita biasa gunakan cetakan kubus atau silinder. Mereka bisa dari besi cor atau plastik, dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Cetakan Silinder Beton Berbahan Besi Cor vs Plastik

Cetakan dari besi cor lebih kuat dan tahan lama, tapi lebih berat dan mahal. Cetakan plastik lebih ringan dan murah, tapi tidak sekuat besi cor. Beton perlu waktu 24 jam untuk mengeras dalam cetakan pada suhu dan kelembapan normal. Pilih cetakan berdasarkan kebutuhan dan anggaran proyek.

Cetakan yang bagus sangat penting untuk hasil pengujian yang akurat. Pengujian kuat tekan beton dilakukan dengan membebankan kubus beton hingga pecah. Mesin uji tekan beton digunakan dengan cetakan berukuran 15 cm x 15 cm x 15 cm. Cetakan ini harus digunakan bersama mesin tersebut.

Kubus uji beton memerlukan cetakan dengan minimal 2 dinding yang berhadapan. Gunakan beton langsung dari mesin untuk keakuratan. Tuangkan beton dalam cetakan dalam 3 lapis, dengan ketebalan sama. Setelah dicetak, kubus uji dibiarkan 24 jam sebelum dilepas dari cetakannya.

Persiapan Uji Kuat Tekan Beton dengan Cetakan Kubus

Persiapan Bahan Baku Beton

Sebelum uji kuat tekan beton dilakukan, persiapan bahan baku beton sangat penting. Yang diperlukan adalah semen, pasir, kerikil, dan air. Menggunakan proporsi yang tepat akan menghasilkan beton berkualitas tinggi.

Persiapan Cetakan Kubus Uji Beton

Untuk persiapan, cetakan kubus uji beton harus dibersihkan dan dilumuri pelumas. Ini agar beton mudah dikeluarkan nanti. Cetakan terbuat dari bahan seperti plat baja, kaca cermin, atau pelat aluminium.

Pengadukan dan Pengisian Beton ke Cetakan

Beton segar dicampur dan dimasukkan ke dalam cetakan perlahan-lahan. Proses ini termasuk pemadatan beton. Adukan beton diambil dari mesin menggunakan ember yang tidak menyerap air.

Beton diisikan ke dalam cetakan dalam 3 lapis. Setiap lapis ditusuk-tusuk sebanyak 10 kali. Kubus-kubus uji akan disimpan selama 24 jam setelah dicetak. Mereka akan ditutup dengan karung basah sebelum dilepaskan. Ukuran kubus beton untuk pengujian adalah 150mm x 150mm x 150mm.

Persiapan ini kunci untuk hasil pengujian yang akurat. Langkah yang tepat dan pengukuran cermat sangatlah penting. Mereka memainkan peran krusial dalam uji kuat tekan beton kubus.

Pengujian Kuat Tekan Beton dengan Cetakan Kubus

Proses Pengujian Kuat Tekan Beton

Sampel beton diletakkan ke cetakan kubus terlebih dahulu. Kemudian, kubus beton dimasukkan ke mesin uji tekan beton untuk diuji. Prosesnya berjalan dengan memberikan tekanan secara bertahap sampai kubus beton rusak.

Data dari uji coba mencatat beban maksimum yang ditahan kubus beton.

Analisis Hasil Pengujian

Setiap hasil uji dianalisis untuk menentukan kuat tekan betonnya. Ini kemudian dibandingkan dengan standar yang disetujui. Hasil analisis menunjukkan apakah beton tersebut cocok untuk proyek konstruksi tertentu.

Uji kuat tekan membantu memahami efek dari bahan seperti jenis agregat dan semen, atau campuran air. Persiapan dan pengukuran dengan teliti sangat penting untuk hasil yang tepat.

Prosedur pengujian kuat tekan beton mengikuti langkah-langkah spesifik. Kuat tekan dihitung dengan memperhatikan beban per luas yang membuat benda uji rusak. Data hasil uji biasanya disajikan dalam tabel yang mencakup informasi penting seperti tanggal dan pengirim.

Standar Pengujian Kuat Tekan Beton

Untuk menguji kekuatan tekan beton, kita harus mengikuti standar yang berlaku. Di Indonesia, standarnya tertera di SNI 1974:2011. Ini menjelaskan cara menguji kuat tekan beton menggunakan silinder.

Menjalankan standar ini penting untuk memperoleh hasil uji yang valid. Ada juga standar internasional seperti ASTM C39 dan ISO 4012 yang bisa kita pakai sebagai panduan.

SNI Pengujian Kuat Tekan Beton

Standar pengambilan sampel beton segar ada dalam SNI 2458:2008. Metodenya termasuk mengambil sampel komposit tiap 15 menit. Ukuran sampel yang dibutuhkan berbeda-beda, mulai dari 12 hingga 28 liter sesuai dengan jenis pengujian.

Proses pengambilan sampel dilakukan sebelum beton dipindahkan dari mixer. Ini biasanya terjadi saat pengecoran berada pada fase 10% hingga 90%. Untuk mendapat sampel yang homogen dari mixer, ambil beberapa bagian tengah batch dengan interval waktu tertentu. Sedangkan untuk paving-mixer, ambil sampel dari minimal 5 titik berbeda. Hal ini dilakukan untuk menghindari kontaminasi dari material lain di area kerja.

Standar Internasional Pengujian Beton

Selain SNI, ada standar internasional yang berguna juga. Contohnya adalah ASTM C39 dan ISO 4012. Menggunakan standar-standar ini membuat proses pengujian lebih terstruktur dan hasilnya bisa diterima di berbagai negara. Di standar ini, ada aturan untuk menentukan kekuatan beton inti. Misalnya, pengali yang berhubungan dengan arah pengambilan benda uji berbeda-beda. Kriteria untuk lolos uji tekan beton ditegaskan. Kita harus memenuhi kuat tekan rata-rata dan individu setiap silinder beton.

Tips Memastikan Akurasi Pengambilan Sampel Kubus Beton

Penting untuk mengikuti prosedur yang benar agar hasil uji akurat. Beberapa hal yang bisa dilakukan termasuk:

  • Menyiapkan cetakan kubus beton yang bersih dan bebas dari kotoran.
  • Mengisi cetakan dengan cara yang benar dan mampu dipadatkan.
  • Menjaga kelembaban beton saat pengerasan.
  • Mencabut kubus beton dengan lembut dari cetakan.
  • Menyimpan kubus beton dengan cara yang aman sampai diuji.

Pantau setiap langkah untuk memastikan hasilnya sesuai yang diharapkan.

Peralatan Pengujian Kuat Tekan Beton

Pengujian kuat tekan beton butuh peralatan tertentu, seperti mesin uji tekan beton. Mesin ini mensimulasikan tekanan gradual ke kubus beton sampai rusak. Mesin tersebut memiliki daya tertentu, sekitar 2000 kN hingga 3000 kN. Kenapa begitu? Karena ukuran dan ketebalan kubus beton berbeda-beda.

Pada saat uji, beban diberikan perlahan-lahan. Mulai dari 0,2 N/mm^2, tambah 0,2 N/mm^2 setiap detik. Beban bertambah sampai kubus beton akhirnya pecah.

Mesin Uji Tekan Beton

Ketika benda uji beton kering, ujinya harus kering juga. Kalau sangat basah, rendamlah minimal 40 jam sebelum uji, agar kondisinya sama.

Mengambil inti beton dari arah tertentu juga penting. Pentingnya diketahui dari nilai Co, yang 1 untuk horizontal dan 0,92 untuk vertikal. Ini mempengaruhi hasil uji.

Uji uji beton minimal dari 3 cilinder harus sekitar 85% kuat beton rata-rata. Setiap silinder harus minimal 75% kuat beton rata-rata. Ini mengukur kualitas beton.

Peralatan Pendukung Lainnya

Peralatan lainnya dibutuhkan, misalnya cetakan kubus dan alat pengaduk beton. Cetakan kubus harus punya ukuran tertentu, biasanya 150 x 150 x 150 mm.

Proses curing beton lalu dilakukan. Ini berlangsung sekitar 28 hari sebelum dilakukan uji tekan. Curing membuat beton mencapai kekuatan maksimal.

Hasil uji kuat tekan dinyatakan dalam satuan PSI atau MPa. Uji ini memberi tahu seberapa kuat beton untuk digunakan dalam proyek.

Menyusul proses curing, sebaiknya tunggu 24 jam sebelum mulai uji. Ini untuk hasil yang akurat.

SNI 03-2847-2000 berisi langkah-langkah uji kuat tekan beton kubus. Mengikuti standar ini penting untuk hasil yang bisa diandalkan.

Ada pilihan cetakan untuk uji beton kubus. Bisa pakai besi cor atau plastik. Besi cor sering dipilih karena lebih teliti untuk uji.

Ukuran dan bahan cetakan berpengaruh pada hasil uji. Besi cor lebih populer karena akurasinya. Meski mahal, plastik punya keunggulan tidak butuh perawatan yang rumit.

Cetakan besi cor harus memiliki minimal 2 dinding rata. Ini untuk memastikan kubus beton berbentuk sempurna. Adukan beton harus fresh, langsung dari mesin aduk.

Pengecekan kekuatan kubus sebelum uji penting. Kubus juga harus ukurannya pas. Uji tekan dilakukan secara bertahap, tekanan naik 4-6 kg/cm2 dalam satu waktu.

Di uji, tekanan diterapkan hanya pada sisi yang rata dengan cetakan. Kubus harus hancur sebelum 3% error pada pesawat jika tekanan melewati 10% dari kapasitas maksimal.

Keselamatan dalam Pengujian Beton

Di pengujian kuat tekan beton, keselamatan sangat penting. Kita harus pakai perlengkapan pelindung. Ini termasuk helm, sarung tangan, dan sepatu safety. Kita juga perlu pastikan mesin dan alat uji tekan lainnya dalam keadaan baik.

Kebersihan area kerja juga krusial. Area kerja yang rapi mengurangi risiko kecelakaan. Penting juga untuk ikuti prosedur pengujian dan standar keselamatan.

SNI 2458:2008 menjelaskan standar tanpa aturan keselamatan. Kita harus atur sendiri langkah keselamatan kita. Ini penting khususnya saat tangani bahan seperti semen hidrolik.

Menerapkan prosedur keselamatan yang benar kurangi kemungkinan kecelakaan. Ini cara terbaik menjaga semua orang aman saat uji tekan beton.

Langkah keselamatan amat penting. Itu jaga karyawan tetap aman selama bekerja. Dan hasil ujian juga lebih valid. Kita harus komitmen pada keselamatan agar uji beton berjalan lancar dan aman.

Referensi

  • Sampel Kubus Beton dari Pembangunan Runaway Airstrip - Divisi Infrastruktur - PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (PT SMART Tbk)
  • Laboratorium Material Testing, Jurusan Teknik Sipil - Fakultas Teknik Universitas Achmad Yani (UVAYA)
  • SNI
  • SNI 03-3403-1994 Metode Pengujian Kuat Tekan Beton Inti Pemboran - https://binamarga.pu.go.id/otomasi9/index.php?p=show_detail&id=9948&keywords=
  • Metode pengujian kuat tekan beton. SNI 03-1974-1990 - https://binamarga.pu.go.id/otomasi9/index.php?p=show_detail&id=18894&keywords=
  • SNI 1974:2011 tentang Cara uji kuat tekan beton dengan benda uji silinder - https://binamarga.pu.go.id/index.php/nspk/detail/sni-19742011-tentang-cara-uji-kuat-tekan-beton-dengan-benda-uji-silinder
  • ASTM C39 dan ISO 4012 - https://www.scribd.com/document/381461568/Comprension
  • SNI 1972 : 2008 Cara Uji Slump Beton
  • ASTM C39 - https://www.astm.org/c0039_c0039m-21.html
  • ISO 4012 - https://www.iso.org/standard/9691.html
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url