Makalah Underpinning Foundation Details

Makalah Underpinning Foundation Details

<a href="https://www.civilengineeringdwg.com/"><img src="Ilustrasi Titik Tiang Pancang dan Rambu Konstruksi Bangunan sesuai RSPO.png" alt="Ilustrasi Titik Tiang Pancang dan Rambu Konstruksi Bangunan sesuai RSPO"></a>

Dalam dunia konstruksi, underpinning foundation sangat penting. Ini memperkuat atau mengganti pondasi lama dengan yang lebih kuat. Tujuannya adalah agar struktur bangunan menjadi lebih stabil. Hal ini juga mencegah kerusakan lebih lanjut akibat masalah pondasi.

Definisi dan Tujuan Utama Underpinning Foundation

Definisi underpinning foundation adalah cara mengubah atau memperkuat pondasi bangunan yang sudah ada. Tujuannya agar pondasi bisa menopang struktur lebih baik. Ini diperlukan jika pondasi lama terlalu lemah karena penurunan tanah, kerusakan, atau perubahan beban.

Tujuan utama underpinning foundation adalah menjaga bangunan tetap aman. Cara ini memperkuat struktur dasarnya. Teknik ini bisa diterapkan di bangunan lama atau baru, tergantung kondisi pondasi dan kebutuhan struktur.

Jenis-jenis Underpinning Foundation yang Tersedia

Ada berbagai jenis underpinning foundation yang dapat dipilih. Beberapa di antaranya termasuk:

  • Perkuatan dengan tiang pancang (pile underpinning)
  • Perkuatan dengan pondasi baru (mass concrete underpinning)
  • Grouting (chemical underpinning)
  • Metode lainnya seperti underpinning dengan balok beton, underpinning dengan batu kali, dan sebagainya

Memilih underpinning foundation yang tepat sangat tergantung pada kondisi seperti jenis tanah. Begitu juga dengan kebutuhan bangunan yang ingin diperkuat.

Kapan Underpinning Foundation Dibutuhkan?

Underpinning foundation diperlukan saat pondasi bangunan bermasalah. Situasi kapan dibutuhkan underpinning foundation termasuk:

  • Penurunan atau pergerakan pondasi bangunan yang menyebabkan keretakan atau ketidakstabilan struktur.
  • Kerusakan karena faktor alam, seperti erosi atau gempa bumi.
  • Penambahan beban pada bangunan dari lantai baru atau renovasi.
  • Perubahan kondisi tanah, seperti penurunan air tanah.
  • Bangunan tua yang butuh dimodernisasi atau diperkuat.

Underpinning foundation penting untuk meningkatkan kekuatan dan stabilitas bangunan. Ini mencegah kerusakan lebih lanjut dan menjaga keamanan penghuni. Proses ini memungkinkan bangunan digunakan kembali dengan aman.

Underpinning Foundation untuk Rumah Tinggal

Underpinning foundation tidak hanya untuk bangunan komersial. Ini bisa juga diterapkan pada rumah. Ini membantu pemilik rumah saat pondasi mereka muncul masalah. Misalnya, seperti adanya penurunan atau keretakan. Perkuatan pondasi rumah meningkatkan keamanan dan kenyamanan penghuni.

Beberapa alasan mengapa rumah butuh underpinning foundation:

  • Untuk memperkuat pondasi yang lemah karena penurunan tanah atau kerusakan.
  • Agar kerusakan lebih lanjut bisa dicegah, yang bisa membahayakan penghuni.
  • Untuk meningkatkan daya dukung pondasi, menahan beban bangunan dengan baik.
  • Agar struktur rumah tetap utuh dan bangunan bisa bertahan lama.

Proses underpinning foundation melibatkan penggalian dekat pondasi rusak. Langkah selanjutnya, memasang tiang pancang atau pondasi baru. Tujuannya adalah memperkuat pondasi yang lemah. Ini menjaga stabilitas bangunan rumah.

Underpinning foundation memberikan keamanan bagi pemilik rumah jangka panjang. Ini merupakan investasi efektif untuk masalah pondasi rumah.

Underpinning Foundation untuk Gedung Komersial

Underpinning foundation tidak hanya penting untuk rumah, tetapi juga untuk gedung komersial. Ini termasuk perkantoran, pusat perbelanjaan, atau bangunan industri. Kontraktor harus mempertimbangkan efek kerja ini pada bisnis, keamanan, dan izin yang diperlukan.

Pertimbangan Khusus untuk Proyek Komersial

Kontraktor harus bekerja tanpa mengganggu bisnis yang berjalan. Mereka melakukan ini dengan perencanaan bagus dan menyesuaikan jadwal dengan pemilik bangunan. Koordinasi juga amat penting.

Keselamatan dan kenyamanan pengguna gedung harus diperhatikan. Kontraktor bertanggung jawab untuk menerapkan proyek underpinning foundation dengan selamat. Ini untuk meminimalisasi risiko kepada orang-orang yang berada di sekitar tempat proyek.

Izin dan Peraturan yang Berlaku

Kontraktor harus tahu dan menghormati izin dan peraturan yang berlaku pada lokasi proyek. Ini penting untuk menjaga keamanan dan memastikan pekerjaan sesuai dengan standar setempat. Izin yang mungkin diperlukan termasuk IMB, HO, dan lain-lain. Izin ini dikeluarkan oleh pihak berwenang setempat.

Dengan mengerti pertimbangan khusus dan mengikuti izin serta peraturan, proyek underpinning foundation bisa berjalan lancar dan aman. Hasilnya, gedung dan penggunanya akan mendapatkan manfaat yang besar dalam jangka panjang.

Makalah Studi Kasus Underpinning Foundation Bangunan Kantor

Pondasi adalah komponen fundamental dalam sebuah bangunan, terutama pada bangunan bertingkat, karena pondasi berfungsi sebagai penopang utama struktur atasnya. Salah satu permasalahan kritis yang dapat terjadi pada pondasi adalah differential settlement. Fenomena ini terjadi ketika satu atau beberapa titik pada kelompok pondasi bangunan mengalami penurunan dengan besaran yang berbeda-beda.

Differential settlement dapat berdampak signifikan terhadap kestabilan struktur utama gedung. Perbedaan penurunan pondasi ini dapat menyebabkan tegangan tambahan pada elemen struktur akibat perubahan distribusi gaya, yang pada akhirnya dapat mengarah pada kegagalan struktur.

Salah satu solusi yang efektif untuk menangani bangunan yang mengalami differential settlement adalah dengan menambahkan pondasi dalam sesuai kebutuhan daya dukungnya, sehingga penurunan dapat diminimalkan dan tidak berlangsung terus-menerus.

Tujuan

Makalah ini bertujuan untuk memaparkan metode pelaksanaan penambahan pondasi dalam dengan sistem underpinning. Tujuan utamanya adalah untuk mengatasi permasalahan differential settlement yang terjadi di Kantor Perwakilan Pekanbaru.

Batasan Masalah

Makalah ini akan membahas penanganan differential settlement pondasi melalui studi kasus di Kantor Perwakilan Pekanbaru. Fokus utama adalah pemaparan mengenai metode kerja dengan sistem underpinning yang diterapkan pada kasus tersebut.

Studi Kasus

Permasalahan yang dihadapi oleh Kantor Perwakilan Pekanbaru adalah sebagai berikut:

Kegagalan Struktur Pondasi Pondasi bangunan tidak mampu menahan beban, menyebabkan penurunan yang signifikan.
Kemiringan Bangunan Bangunan mengalami kemiringan sebesar 15 hingga 30 derajat dan terus mengalami penurunan setiap tahun, menimbulkan kekhawatiran di kalangan karyawan.
Lokasi Perbaikan Lokasi perbaikan yang berada di basement menuntut solusi yang efektif dan efisien.

Langkah Awal

Untuk mengatasi permasalahan yang muncul, langkah awal yang perlu diambil meliputi:

  1. Pengecekan Struktur Tanah: Melakukan uji sondir untuk mengetahui kedalaman tanah keras dan mendesain solusi perbaikan yang sesuai.
  2. Pengukuran Pergeseran: Mengukur seberapa besar pergeseran atau kemiringan setiap kolom dan balok.
  3. Pemantauan Penurunan: Memantau apakah penurunan masih berlangsung dalam jangka waktu sebelum dan sesudah perbaikan dilakukan.

Rencana Tindakan

  1. Evaluasi dan Analisis Struktur: Menyusun evaluasi mendalam mengenai kondisi tanah dan struktur pondasi saat ini menggunakan teknologi terbaru. Analisis ini akan memberikan data yang akurat untuk merancang solusi yang tepat.
  2. Desain Solusi Perbaikan: Berdasarkan hasil evaluasi, merancang solusi perbaikan yang mencakup penambahan pondasi dalam dengan metode underpinning yang disesuaikan dengan kondisi spesifik di lokasi.
  3. Pelaksanaan Perbaikan: Melaksanakan perbaikan dengan mengutamakan keselamatan dan minimisasi gangguan operasional kantor. Proses ini termasuk dalam penempatan tiang pondasi baru yang diperkuat dan penyesuaian struktur untuk mengembalikan kestabilan bangunan.
  4. Pemantauan Pasca-Perbaikan: Melakukan pemantauan berkelanjutan terhadap struktur bangunan untuk memastikan bahwa penurunan telah berhenti dan kestabilan telah tercapai.

Dengan pendekatan yang terstruktur dan profesional ini, diharapkan permasalahan differential settlement di Kantor Perwakilan Pekanbaru dapat diatasi dengan efektif, sehingga bangunan kembali stabil dan aman digunakan.

Desain dan Perbaikan

Dalam upaya meningkatkan stabilitas dan kekuatan struktur bangunan lama, beberapa langkah desain dan perbaikan yang kritis telah dilakukan. Berikut adalah tahapan penting dalam proses ini:

Penambahan Titik Tiang Pancang Baru:

Penambahan titik tiang pancang baru dilakukan untuk mendukung bangunan lama. Penambahan ini bertujuan untuk menambah daya dukung pondasi, memastikan bangunan dapat menahan beban yang ada dengan lebih baik.

Desain Titik Pancang Baru
<a href="https://www.civilengineeringdwg.com/"><img src="Desain Titik Pancang Pondasi Struktur Bangunan.jpg" alt="Desain Titik Pancang Pondasi Struktur Bangunan"></a>

Pelaksanaan Pemancangan
Dalam pelaksanaan pemancangan, terdapat beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan untuk memastikan keberhasilan dan ketepatan proses. Berikut adalah langkah-langkah yang harus diambil:

  1. Penentuan Titik As Pancang:
    • Melakukan pengeboran pada titik as pancang hingga kedalaman 0,5 meter. Langkah ini bertujuan untuk memudahkan proses pemancangan dan memastikan tiang pancang dapat diposisikan dengan akurat.
  2. Pemilihan Material Tiang Pancang:
    • Menggunakan tiang pancang dengan pipa berdiameter 6 inci. Setiap segmen tiang memiliki tinggi 2 meter dan diisi dengan beton untuk menambah kekuatan dan stabilitas tiang pancang.
  3. Pemasangan Tiang Pancang:
    • Memastikan tiang pancang dipasang tegak lurus tanpa kemiringan. Keakuratan pemasangan ini sangat penting untuk menjaga stabilitas struktur dan mencegah masalah di masa depan.
  4. Konektivitas Antar Tiang:
    • Memastikan setiap sambungan antar segmen tiang pancang terpasang dengan baik dan kuat. Sambungan yang kokoh akan menjamin integritas dan kekuatan keseluruhan struktur pondasi.
  5. Pembacaan Manometer:
    • Melakukan pembacaan manometer sesuai dengan desain rencana. Hal ini penting untuk memantau tekanan dan memastikan bahwa proses pemancangan berjalan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.

Tiang Pancang dan Sambungan Tiang
Mengingat lokasi perbaikan berada di basement dengan ketinggian hanya 2,5 meter, penggunaan tiang pancang perlu disesuaikan dengan kondisi tersebut. Untuk memastikan kelancaran dan keberhasilan proses pemancangan, berikut adalah langkah-langkah yang diambil:

  • Penggunaan Tiang Pancang dengan Spesifikasi Khusus:
    • Tiang pancang yang digunakan adalah pipa besi berdiameter 6 inci, dengan panjang setiap segmen 2 meter (lihat Foto 1). Pemilihan dimensi ini mempertimbangkan keterbatasan ruang di basement, sehingga pemasangan dapat dilakukan dengan lebih mudah dan efisien.
  • Sistem Penyambungan Antar Tiang:
    • Untuk menyambungkan antar segmen tiang, digunakan sistem pengelasan (lihat Foto 2). Pengelasan memastikan sambungan yang kuat dan stabil, yang sangat penting untuk menjaga integritas struktural tiang pancang.

<a href="https://www.civilengineeringdwg.com/"><img src="Foto 1 Tiang Pancang.jpg" alt="Foto 1 Tiang Pancang"></a>
<a href="https://www.civilengineeringdwg.com/"><img src="Foto 2 Penyambungan Antar Tiang.jpg" alt="Foto 2 Penyambungan Antar Tiang"></a>

Alat Pancang
Berikut ini adalah dokumentasi visual dari proses pemancangan yang dilakukan di basement Kantor Perwakilan Pekanbaru. Gambar-gambar ini menunjukkan berbagai tahap operasional alat pancang, yang digunakan untuk memastikan stabilitas dan kekuatan pondasi.

  1. Alat Pancang Setelah Setting Tempat:
    • Foto 1: Alat pancang terlihat dalam posisi siap operasi setelah selesai melakukan setting tempat. Setting ini memastikan bahwa alat pancang berada dalam posisi yang tepat dan stabil sebelum memulai proses pemancangan.
  2. Perletakan Tiang Pancang pada Alat Sebelum Penekanan:
    • Foto 2: Menunjukkan perletakan tiang pancang pada alat sebelum proses penekanan dimulai. Pada tahap ini, tiang pancang ditempatkan dengan presisi untuk memastikan bahwa penekanan akan dilakukan secara vertikal dan tiang pancang akan tertanam dengan benar.
  3. Proses Penekanan Tiang Pancang:
    • Foto 3: Alat pancang sedang melakukan penekanan tiang pancang ke dalam tanah. Tahap ini merupakan proses kritis dimana tiang pancang ditanam dengan kekuatan dan kedalaman yang ditentukan untuk mencapai stabilitas yang diinginkan.

<a href="https://www.civilengineeringdwg.com/"><img src="Alat Pancang Setelah Setting Tempat.jpg" alt="Alat Pancang Setelah Setting Tempat"></a>
<a href="https://www.civilengineeringdwg.com/"><img src="Perletakan Tiang Pancang pada Alat Sebelum Penekanan.jpg" alt="Perletakan Tiang Pancang pada Alat Sebelum Penekanan"></a>
<a href="https://www.civilengineeringdwg.com/"><img src="Proses Penekanan Tiang Pancang.jpg" alt="Proses Penekanan Tiang Pancang"></a>

Desain Ulang Pile Cap

Desain ulang pile cap dilakukan untuk mengintegrasikan tiang pancang baru dengan struktur bangunan lama. Desain ini memastikan bahwa tiang pancang baru terikat dengan kuat ke bangunan lama, mendistribusikan beban secara merata dan meningkatkan kestabilan keseluruhan struktur.

Desain Pile Cap Potongan dan Penulangan Baru
Dalam upaya memperbaiki stabilitas dan kekuatan struktur bangunan, pemasangan besi voute dan pile cap merupakan salah satu langkah krusial. Langkah ini memastikan bahwa pondasi dan elemen struktur lainnya terintegrasi dengan baik dan mampu menahan beban yang diberikan.

<a href="https://www.civilengineeringdwg.com/"><img src="Desain Pile Cap Baru.jpg" alt="Desain Pile Cap Baru"></a>

Pemasangan Besi Voute dan Pile Cap
Pemasangan besi voute dan besi pile cap adalah komponen penting dalam proses perbaikan ini. Berikut adalah tahapan dan dokumentasi visual dari pemasangan tersebut:

  1. Pemasangan Besi Pile Cap:
    • Foto 1: Besi pile cap dipasang dengan menembus semua sisi tie beam. Hal ini memastikan bahwa pile cap terhubung dengan baik dan mampu mendistribusikan beban secara merata ke seluruh struktur pondasi.
  2. Pemasangan Besi Voute:
    • Foto 2: Besi voute dipasang dengan menembus semua sisi kolom. Pemasangan ini penting untuk menguatkan koneksi antara kolom dan pondasi, memberikan tambahan kekuatan dan stabilitas pada struktur bangunan.
  3. Persiapan Pengecoran:
    • Foto 3: Besi voute dan pile cap sudah siap untuk proses pengecoran. Bekisting dinding telah dipasang dengan baik, memastikan bahwa bentuk dan posisi beton yang dicor akan sesuai dengan desain yang diinginkan.

<a href="https://www.civilengineeringdwg.com/"><img src="Pemasangan Besi Pile Cap.jpg" alt="Pemasangan Besi Pile Cap"></a>
<a href="https://www.civilengineeringdwg.com/"><img src="Pemasangan Besi Voute.jpg" alt="Pemasangan Besi Voute"></a>
<a href="https://www.civilengineeringdwg.com/"><img src="Persiapan Pengecoran.jpg" alt="Persiapan Pengecoran"></a>

Pekerjaan Pengecoran Pile Cap Baru

Pengecoran pile cap baru adalah langkah final dari pekerjaan perbaikan. Proses pengecoran ini dilakukan dengan beton berkualitas tinggi dan teknik yang tepat untuk memastikan hasil akhir yang kuat dan tahan lama.

Pengecoran dan Hasil Akhir
Setelah pemasangan besi voute dan pile cap selesai, tahap berikutnya adalah pengecoran. Proses ini adalah langkah kunci untuk memastikan bahwa struktur memiliki kekuatan dan stabilitas yang diperlukan.

Tahapan Pengecoran
  • Pengecoran Pile Cap:
    • Foto 1: Proses pengecoran pile cap sedang berlangsung. Pengecoran ini dilakukan dengan hati-hati dan menggunakan beton berkualitas tinggi untuk memastikan kekuatan dan daya tahan struktur.
  • Hasil Akhir Pengecoran:
    • Foto 2: Pile cap yang telah selesai dicor menunjukkan hasil akhir dari perbaikan. Pile cap yang sudah dicor memperlihatkan permukaan yang halus dan solid, menandakan bahwa pengecoran dilakukan dengan tepat dan sesuai standar.

<a href="https://www.civilengineeringdwg.com/"><img src="Pengecoran Pile Cap.jpg" alt="Pengecoran Pile Cap"></a>
<a href="https://www.civilengineeringdwg.com/"><img src="Hasil Akhir Pengecoran.jpg" alt="Hasil Akhir Pengecoran"></a>

Kesimpulan

Dalam perencanaan gedung bertingkat, perhatian terhadap daya dukung tanah adalah hal yang sangat krusial. Kesalahan dalam menentukan dan merencanakan pondasi dapat menyebabkan kegagalan struktural yang serius. Apabila terjadi penurunan bangunan (differential settlement), biaya yang diperlukan untuk perbaikan akan jauh melebihi biaya pembangunan awal. Kompleksitas area, risiko perbaikan, dan kesulitan dalam pengerjaan menjadi faktor yang signifikan dalam meningkatkan biaya dan waktu perbaikan. Oleh karena itu, perencanaan yang matang dan menyeluruh harus dilakukan untuk setiap proyek pembangunan gedung baru.

  • Penyebab Differential Settlement:

Di kantor perwakilan Pekanbaru, differential settlement terjadi karena pondasi telapak berada di tanah lunak organik dengan lapisan yang bervariasi serta adanya penimbunan di masa lampau. Kondisi ini menyebabkan penurunan pondasi yang tidak merata, yang berdampak pada stabilitas dan keselamatan struktur bangunan.

  • Solusi untuk Differential Settlement:

Solusi terbaik untuk mengatasi masalah differential settlement ini adalah dengan menggunakan penambahan tiang pancang (pile) menggunakan sistem underpinning. Sistem ini memperkuat dan menstabilkan pondasi yang ada dengan menambahkan tiang pancang di bawah pondasi yang bermasalah, sehingga dapat menahan beban dengan lebih efektif dan mencegah penurunan lebih lanjut.

Saran untuk Perbaikan Bangunan

Sebelum dan selama melakukan perbaikan pada suatu bangunan, terdapat beberapa hal penting yang harus diingat dan diperhatikan guna memastikan keberhasilan dan keamanan proses perbaikan. Berikut adalah saran-saran yang perlu dipertimbangkan:

  1. Uji Sondir yang Akurat:
    • Pastikan bahwa uji sondir dilakukan dengan benar dan teliti. Data yang akurat dari uji sondir akan memberikan informasi yang tepat mengenai kondisi tanah di lokasi pembangunan, yang sangat penting dalam menentukan desain dan jenis pondasi yang sesuai.
  2. Penggunaan Pipa atau Tiang Pancang yang Tegak Lurus:
    • Pastikan bahwa pipa atau tiang pancang dipasang secara tegak lurus terhadap bangunan. Pemasangan yang miring dapat mengurangi daya dukung terhadap bangunan, sehingga dapat menyebabkan masalah struktural di kemudian hari.
  3. Pembacaan Manometer yang Teliti:
    • Pastikan bahwa pembacaan manometer dilakukan sesuai dengan perencanaan awal. Hal ini penting untuk memantau perubahan tekanan tanah di sekitar pondasi dan mengidentifikasi potensi masalah yang mungkin timbul.
  4. Pembesian Voute dan Pile Cap yang Presisi:
    • Pastikan bahwa pembesian voute dan pile cap menembus keempat sudut kolom dengan baik dan sesuai dengan desain yang telah direncanakan. Kualitas pemasangan yang baik akan memastikan kekuatan dan integritas struktur bangunan.
  5. Pengontrolan Stabilitas Bangunan Secara Berkala:
    • Setelah pembuatan pile cap baru selesai, lakukan pengontrolan berkala selama setahun untuk memantau stabilitas bangunan. Monitoring ini penting untuk mendeteksi secara dini apakah masih terjadi penurunan atau permasalahan lain yang memerlukan tindakan lebih lanjut.

Memilih Kontraktor Underpinning Foundation yang Tepat

Untuk hasil underpinning foundation yang bagus, penting pilih kontraktor yang tepat. Ada beberapa kriteria kunci untuk dipertimbangkan.

Kriteria Penting dalam Memilih Kontraktor

  • Pengalaman - Kontraktor dengan banyak pengalaman bisa jalankan proyek lebih baik. Mereka umumnya punya kemampuan teknis yang mendalam.
  • Kemampuan Teknis - Kontraktor harus ahli di bidang teknis yang dibutuhkan untuk proyek itu. Ini termasuk wawasan tentang tanah dan cara memperkuat strukturnya.
  • Keahlian Tim - Tim kontraktor perlu terdiri dari pakar, seperti insinyur dan arsitek. Dengan tim yang ahli, kualitas kerja akan lebih baik.
  • Reputasi - Kontraktor yang direkomendasikan oleh banyak orang biasanya punya nama baik. Pastikan mereka bisa tunjukkan proyek-proyek terdahulu yang sukses.

Sebelum memutuskan, pikirkan kembali kriteria-kriteria di atas. Ini bisa membantu Anda temukan kontraktor yang pas untuk proyek underpinning foundation. Dengan kontraktor yang baik, hasil kerja akan lebih memuaskan.

Biaya dan Anggaran untuk Underpinning Foundation

Proyek underpinning foundation pada bangunan memerlukan keterampilan dan biaya yang tinggi. Besarnya biaya dapat berubah, bergantung pada besarnya bangunan dan kondisi pondasinya. Juga, metode underpinning dan lokasi proyek sangat mempengaruhi biaya.

Ketika membuat anggaran underpinning foundation, penting bagi pemilik bangunan untuk menyiapkan dana yang cukup. Mereka harus memikirkan kemungkinan biaya tambahan selama pelaksanaan. Beberapa aspek untuk dipertimbangkan termasuk:

  • Biaya persiapan lokasi dan membuat lubang galian
  • Biaya untuk material seperti tiang pancang dan beton
  • Upah tenaga kerja yang mendirikan pondasi baru atau memperkuat struktur
  • Biaya untuk izin dan inspeksi
  • Biaya tak terduga selama konstruksi

Dengan memikirkan berbagai faktor ini, pemilik bangunan bisa membuat anggaran underpinning foundation yang tepat. Ini membantu agar proyek berjalan lancar dan tanpa masalah biaya besar.

Tips dan Trik untuk Underpinning Foundation yang Sukses

Keberhasilan proyek underpinning foundation tergantung pada persiapan dan perencanaan. Berikut ini tips dan trik untuk hasil terbaik:

  • Lakukan Inspeksi Pondasi Secara Berkala. Periksa kondisi pondasi secara teratur. Ini membantu Anda temukan masalah lebih dini dan mencegah kerusakan lebih lanjut.
  • Pilih Kontraktor Berpengalaman. Kerjakan dengan kontraktor yang punya pengalaman di bidang underpinning. Mereka akan menjamin pekerjaan dilakukan dengan baik dan sesuai standar.
  • Patuhi Prosedur dan Standar yang Berlaku. Wajib ikuti semua aturan dan peraturan untuk proyek underpinning. Ini demi keamanan dan keselamatan proyek.
  • Persiapkan Anggaran yang Memadai. Buat anggaran yang cukup untuk semua biaya proyek underpinning. Jangan lupa juga sisihkan dana untuk biaya tak terduga.

Referensi

  • Underpinning Foundation Kantor Perwakilan Pekan Baru - Infrastructure Division (IFDV) PT. SMART Tbk.
  • American Society of Civil Engineers (ASCE)
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url